Strategi UMKM Pangan Naik Kelas dan Berdaya Saing Global
Strategi UMKM Pangan Naik Kelas dan Berdaya Saing Global – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, tantangan yang dihadapi UMKM, khususnya di bidang pangan, tidaklah ringan. Mulai dari keterbatasan akses modal, standar mutu produk, hingga kesiapan menghadapi pasar global. Untuk menjawab tantangan tersebut, hadir sebuah program inovatif yang digagas oleh PT Pertamina (Persero), yaitu Program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025.
Program ini dirancang untuk mendorong UMKM pangan agar tidak hanya menghasilkan produk lokal, tetapi juga mampu menghadirkan pangan fungsional yang aman, teruji, dan berdaya saing. Dengan pendekatan berbasis riset, pendampingan intensif, serta penguatan tata kelola produksi, UMKM diharapkan naik kelas dan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
Latar Belakang Program Pertapreneur Aggregator
- Pertamina melihat potensi besar UMKM pangan sebagai penyedia produk fungsional yang bermanfaat bagi masyarakat.
- Program ini menekankan pentingnya keamanan pangan, kualitas produk, dan konsistensi mutu sebagai fondasi utama.
- Pendampingan dilakukan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan siap bersaing di pasar domestik maupun internasional.
- Sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, program ini mendukung ketahanan mahjong ways pangan nasional dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Tujuan Utama Program
Program Pertapreneur Aggregator memiliki beberapa tujuan strategis:
- Meningkatkan standar mutu UMKM pangan agar sesuai dengan regulasi nasional maupun internasional.
- Mendorong inovasi produk berbasis riset sehingga menghasilkan pangan fungsional yang memiliki nilai tambah.
- Membangun kapasitas manajemen dan operasional UMKM agar lebih profesional.
- Meningkatkan daya saing UMKM melalui sertifikasi, pendampingan, dan akses pasar.
- Mendukung ketahanan pangan nasional dengan produk yang aman dan berkualitas.
Tahapan Program Pertapreneur Aggregator
Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan penting:
- Business Acceleration Online: pembekalan awal mengenai strategi bisnis dan pengembangan usaha.
- Business Acceleration & Scaling Up: kelas intensif dengan mentor dari Universitas Gadjah Mada untuk memperkuat strategi bisnis.
- Business Improvement Plan (BIP): penyusunan rencana pengembangan usaha, termasuk aspek finansial.
- Visitasi Lapangan (Site Visit): validasi kondisi riil usaha, mencakup aset, kapasitas produksi, stok, dan operasional.
- Finalisasi Objective and Key Results (OKR): penetapan target bulanan yang terukur sebagai dasar pemantauan kinerja.
- Verifikasi kesiapan agregasi: memastikan UMKM siap berkolaborasi dan berkembang melalui skema agregasi usaha.
Kisah Sukses Peserta Program
Salah satu contoh nyata keberhasilan program ini adalah Imago Raw Honey asal Bogor.
- UMKM ini berhasil mengembangkan madu fungsional berbasis riset.
- Melalui pendampingan, mereka memperkuat strategi bisnis dan kesiapan ekspansi.
- Pada Desember 2025, Imago Raw Honey memperoleh sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai bukti komitmen terhadap keamanan pangan.
- Sertifikasi ini membuka peluang lebih besar untuk produksi skala besar dan penetrasi pasar internasional.
Dampak Program terhadap UMKM
Program Pertapreneur Aggregator memberikan dampak signifikan:
- Peningkatan kapasitas produksi melalui tata kelola yang lebih baik.
- Konsistensi mutu produk sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen.
- Akses ke pasar lebih luas, baik nasional maupun internasional.
- Peningkatan daya saing melalui sertifikasi dan standar internasional.
- Kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dengan produk fungsional yang aman dan berkualitas.
Kontribusi terhadap Ketahanan Pangan
UMKM pangan yang berdaya saing tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas:
- Produk fungsional membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
- Keamanan pangan terjamin melalui standar produksi yang ketat.
- Ketahanan pangan nasional diperkuat dengan ketersediaan produk lokal berkualitas.
- UMKM menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan nasional.
Strategi Penguatan UMKM Pangan
Untuk memastikan keberlanjutan program, beberapa strategi penguatan dilakukan:
- Pendampingan berkelanjutan dengan mentor profesional.
- Peningkatan akses pembiayaan melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan.
- Digitalisasi UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi dalam pemasaran dan operasional.
- Kolaborasi antar-UMKM untuk memperkuat jaringan dan kapasitas produksi.
- Promosi digital melalui media sosial dan platform e-commerce.
Tantangan yang Dihadapi UMKM
Meski program ini memberikan banyak manfaat, UMKM tetap menghadapi sejumlah tantangan:
- Keterbatasan modal untuk ekspansi usaha.
- Kurangnya pengetahuan tentang standar internasional.
- Persaingan ketat dengan produk impor.
- Keterbatasan akses teknologi dan digitalisasi.
- Perlunya inovasi berkelanjutan agar produk tetap relevan.
Keunggulan Program Pertapreneur Aggregator
- Pendekatan berbasis riset dan inovasi.
- Fokus pada keamanan pangan dan mutu produk.
- Pendampingan intensif dengan mentor berpengalaman.
- Sertifikasi internasional sebagai bukti kualitas.
- Dukungan penuh dari Pertamina sebagai BUMN strategis.
Masa Depan UMKM Pangan
Dengan adanya program seperti Pertapreneur Aggregator, masa depan UMKM pangan Indonesia semakin cerah:
- Potensi ekspor produk fungsional ke pasar global.
- Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pangan sehat.
- UMKM menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional.
- Inovasi berkelanjutan menjadikan UMKM lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
